EFEKTIVITAS AGEN ANTIVIRAL DALAM MANAJEMEN BELL’S PALSY
- Authors
-
-
Annika Sutjipto
Author -
Natania Eliadi
Author -
Dwi Alfian Heru Soraya
Author -
Maula N Gaharu
Author
-
- Keywords:
- Bell's Palsy, Agen Antiviral, Efektivitas Pengobatan
- Abstract
-
abstrak
Pendahuluan: Bell’s palsy adalah kelainan saraf wajah yang paling umum dan diyakini terjadi ketika saraf kranial ketujuh tertekan pada ganglion genikulatum. Meskipun penyebab pasti Bell’s palsy masih belum diketahui dan dianggap idiopatik serta menyarankan bahwa reaktivasi virus herpes yang dormant/tidak aktif di ganglion genikulat bermigrasi ke saraf wajah memainkan peran penting. Banyak penelitian telah mengeksplorasi pengaruh penggunaan obat antiviral bersama dengan steroid.
Tujuan: Untuk menentukan efektivitas kombinasi steroid dan antiviral untuk mengobati Bell’s Palsy dibandingkan dengan steroid.
Metode: Pengumpulan bukti dilakukan melalui pencarian di PubMed, EBSCO, ProQuest. Evaluasi tingkat bukti (LoE) dilakukan dengan menggunakan Alat Penilaian Kritis JBI yang telah direvisi untuk menilai Risiko Bias pada Uji Coba Terkontrol Acak dan Alat Penilaian Kritis JBI untuk menilai Risiko Bias pada Studi Kohort.
Hasil: Dua studi kohort retrospektif dan dua randomized controlled trial ditinjau. Kang dkk melaporkan bahwa kelompok yang diobati dengan kombinasi antiviral dan steroid menunjukkan hasil yang lebih baik, meskipun tidak signifikan secara statistik. Kim dkk melaporkan bahwa tingkat kesembuhan yang baik secara signifikan lebih tinggi pada pasien yang menerima terapi kombinasi dibandingkan dengan pasien yang menerima steroid saja. Sullivan dkk melaporkan bahwa pengobatan Bell’s palsy dengan antiviral saja atau dikombinasikan dengan steroid tidak direkomendasikan karena tidak ada perbedaan yang signifikan yang ditunjukkan dalam penelitian ini. Khedr dkk melaporkan bahwa penggunaan antiviral yang dikombinasikan dengan steroid meningkatkan hasil penelitian.
Kesimpulan: Penggunaan agen antiviral yang dikombinasikan dengan steroid sebagai pengobatan untuk Bell’s palsy cukup efektif. Penelitian lebih lanjut mengenai etiologi Bell’s palsy perlu dilakukan untuk memberikan penanganan medis yang tepat.
Abstract
Introduction: Bell’s palsy is the most common facial nerve disorder and is believed to occur when the seventh cranial nerve is compressed at the geniculate ganglion. Although the exact cause of Bell’s palsy is still unknown and it is considered idiopathic and suggests that reactivation of the dormant herpes virus in the geniculate ganglion migrating to the facial nerve plays an important role. Many studies have explored the effects of using antiviral drugs along with steroids.
Aim: To determine the effectiveness of a combination of steroids and antivirals for treating Bell’s Palsy compared with steroids.
Methods: Evidence collection was carried out through searches on PubMed, EBSCO, ProQuest. Level of evidence (LoE) evaluation was performed using the revised JBI Critical Appraisal Tool for assessing Risk of Bias in Randomized Controlled Trials and JBI Critical Appraisal Tool for assessing Risk of Bias in Cohort Studies.
Results: Two retrospective cohort studies and two randomized controlled trials were reviewed. Kang et al reported that the group treated with a combination of antivirals and steroids showed better results, although not statistically significant. Kim et al reported that the rate of good recovery was significantly higher in patients who received combination therapy compared with patients who received steroids alone. Sullivan et al reported that treatment of Bell’s palsy with antivirals alone or combined with steroids is not recommended because no significant differences were demonstrated in this study. Khedr et al reported that the use of antivirals combined with steroids improved study outcomes.
Conclusion: The use of antiviral agents combined with steroids as a treatment for Bell’s palsy is quite effective. Further research into the etiology of Bell’s palsy needs to be done to provide appropriate medical treatment.
- Author Biographies
- Downloads
- Published
- 2025-10-02
- Section
- Articles