Archives
Medika Bhayangkara Volume 2, Nomor 3, 2024 (Mei)
Vol. 2 No. 3 (2024)
Banyak perubahan dalam sistem kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan yang cukup signifikan dan dinamis, baik dari sisi pendidikan hingga pelayanan. Perubahan yang digadang-gadang akan membawa sistem kesehatan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Dari sistem pendidikannya sendiri, pemerintah baru saja meluncurkan pendidikan kedokteran spesialis berbasis rumah sakit atau hospital based. Tujuannya adalah untuk mencetak lebih banyak dokter spesialis, dengan hasil akhir yang diharapkan adalah pemenuhan dan pemerataan dokter spesialis tersebut di seluruh daerah di Indonesia. Dana beasiswa pun dikucurkan oleh pemerintah dengan jumlah yang tidak sedikit, hal ini diharapkan dapat merangsang para dokter umum untuk segera melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengawasan terhadap perundungan di sistem pendidikan juga diperketat untuk menjamin kesehatan mental dari peserta didik. Dari sistem pelayanan kesehatan, pemerintah sudah dan sedang melakukan pembangunan beberapa rumah sakit vertikal dengan fasilitas yang cukup lengkap dan dapat melakukan pelayanan subspesialistik. Pembangunan rumah sakit ini ini disebar di beberapa titik seperti Surabaya, Makassar, Ibu Kota Negara(IKN) Nusantara, dan Nusa Tenggara. Hal ini tentunya diharapkan dapat menjadi stimulus diversifikasi pelayanan kesehatan tingkat tinggi, tidak hanya terfokus di Jakarta saja. Rumah sakit yang ada pun dilengkapi fasilitas fasilitas penunjangnya. Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pun diubah, dari awalnya beberapa kelas, menjadi satu tarif, dengan tujuan agar pelayanan lebih terjangkau. Walaupun diwarnai dengan pro dan kontra, dengan adanya perubahan-perubahan pada sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan ini, tentunya kita harus optimis bahwa pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia akan lebih baik dimasa mendatang. Kita harus siap menghadapi gempuran-gempuran pasar global, yang mau tidak mau, suka atau tidak suka, Indonesia akan masuk ke dalamnya. Kita harus bisa bersaing dengan dokter-dokter asing, yang bisa saja akan masuk ke Indonesia.