PROFIL PASIEN NEUROTRAUMA DI RS BHAYANGKARA TK.I PUSDOKKES POLRI TAHUN 2022 - 2023 NEUROTRAUMA PATIENT PROFILE AT BHAYANGKARA TK.I PUSDOKKES POLRI HOSPITAL IN 2022 – 2023
- Authors
-
-
Yellica Veronica
Author -
Nindya Adhavirany
Author
-
- Keywords:
- cedera kepala, neurotrauma, profil pasien
- Abstract
-
abstrak
Cedera kepala merupakan gangguan fungsi otak akibat kekuatan fisik eksternal, menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di Amerika Serikat, berkontribusi sekitar 2,2% dari semua kematian. Di Indonesia, cedera kepala menduduki peringkat ketiga dari seluruh cedera, dengan angka kejadian tertinggi pada kelompok umur 1-4 tahun. Mekanisme cedera kepala meliputi tumpul, tembus, dan ledakan bertekanan tinggi, sementara klasifikasi klinis mencakup ringan, sedang, dan berat. Diagnosis biasanya dibantu oleh pemeriksaan penunjang seperti CT-Scan. Dengan meningkatnya kasus cedera kepala dan kurangnya penelitian terkait di Indonesia, penelitian dilakukan untuk mengeksplorasi Profil Pasien Neuro Trauma di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri tahun 2022-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien yang mencakup distribusi jenis kelamin, usia, pekerjaan, lokasi perdarahan, dan lama rawat pasien neuro trauma RS Polri tahun 2022-2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional berdasarkan data sekunder, yaitu hasil pengamatan rekam medis pasien neuro trauma yang dirawat jalan maupun inap di RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri pada tahun 2022-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (66,6%) dan berada dalam kelompok umur 18-65 tahun (71,74%). Distribusi pekerjaan menunjukkan 8,15% dari sampel bekerja sebagai polisi, sedangkan 91,85% bekerja di luar kepolisian. Lokasi trauma mayoritas tidak mengalami perdarahan intrakranial (32,2%), sementara perdarahan intrakranial terjadi pada 18,94% sampel, dengan subarachnoid hemorrhage (SAH) sebagai jenis perdarahan intrakranial terbanyak (10,25%). Sebagian besar pasien neuro trauma menjalani rawat inap kurang dari 7 hari (87,95%). Temuan ini memberikan gambaran yang dapat menjadi dasar untuk pemahaman lebih lanjut tentang karakteristik pasien neuro trauma di lingkungan RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri.
abstract
Head injury, stemming from external physical forces, stands as a primary cause of death and disability in the United States, comprising about 2.2% of all fatalities. In Indonesia, it ranks third among injuries, notably affecting children aged 1-4. Various mechanisms, such as blunt force, penetration, and high-pressure blasts, contribute to head injuries, and categorized clinically as mild, moderate, or severe. Diagnosis commonly involves imaging techniques like CT scans. With a growing incidence of head injuries and a dearth of research in Indonesia, a study was conducted to examine the Neuro Trauma Patient Profile at Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Hospital from 2022 to 2023. The study aimed to outline patient demographics, including gender, age, occupation, location of bleeding, and duration of hospital stay. The research utilized a descriptive observational approach, analyzing secondary data from medical records of neuro-trauma patients treated at the hospital during the specified period. The results revealed a predominantly male patient population (66.6%), with most falling within the 18-65 age bracket (71.74%). Among the patients, 8.15% were police officers, while 91.85% worked outside law enforcement. Notably, 32.2% of trauma cases showed no intracranial hemorrhage, while 18.94% exhibited such bleeding, with subarachnoid hemorrhage being the most prevalent subtype (10.25%). Additionally, a significant majority of neuro-trauma patients underwent hospitalization for less than a week (87.95%). These findings offer valuable insights into the characteristics of neuro-trauma patients at Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Hospital, laying a foundation for further research and understanding in this field.
- Author Biographies
- Downloads
- Published
- 2025-10-02
- Section
- Articles