STIFF PERSON SYNDROME, SUATU SINDROMA KEKAKUAN UMUM YANG JARANG STIFF PERSON SYNDROME, A RARE GENERALIZED STIFFNESS SYNDROME
- Authors
-
-
Putri K Wardhani
Author
-
- Keywords:
- stiff person syndrome, EMG
- Abstract
-
Abstrak
Stiff Person Syndrome (SPS) adalah gangguan gerakan neurologis yang langka, mekanisme yang dihipotesiskan dari SPS adalah disregulasi dari penjalaran saraf, menyebabkan kontraksi otot yang berkelanjutan, kekakuan, dan spasme. Keterlibatan anti-GAD, yang merupakan kelompok enzim sitoplasma yang terlibat dalam GABA diproduksi di otak dan sumsum tulang belakang. Gejala kekakuan pada SPS biasanya dimulai secara tersembunyi terjadi pada otot paraspinal torakolumbal atau bagian batang tubuh. Diagnosis pada pasien SPS dapat didukung secara klinis didukung oleh pemeriksaan elektromiografi (EMG) dan pemeriksaan titer anti-GAD (Glutamic Acid Decarboxylase Antibody). Tatalaksana yang dapat dilakukan dengan pemberian benzodiazepin, antispastisitas, imunoterapi. Prognosis SPS dipengaruhi oleh banyak faktor.
abstract
Stiff Person Syndrome (SPS) is a rare neurological movement disorder, the hypothesized mechanism of SPS is dysregulation of nerve conduction, causing sustained muscle contractions, stiffness, and spasms. Anti-GAD involvement, which is a group of cytoplasmic enzymes involved in GABA being produced in the brain and spinal cord. Stiffness symptoms in SPS usually begin hidden in the thoracolumbar paraspinal muscles or other parts of the. The diagnosis in SPS patients can be supported clinically by electromyography (EMG) examination and anti- GAD (Glutamic Acid Decarboxylase Antibody) titers. Treatment can be done by administering benzodiazepines, anti- spasticity agents, immunotherapy. The prognosis for patients with SPS depends on many factors.
- Downloads
-
Download data is not yet available.
- Author Biography
- Downloads
- Published
- 02-10-2025
- Section
- Articles