Kumpulan Jurnal RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri

PERAN DOKTER UMUM DALAM PENATALAKSANAAN PREEKLAMPSIA DENGAN CIRI PEMBERATAN: LAPORAN KASUS THE ROLE OF GENERAL PRACTITIONERS IN THE MANAG

Authors
  • Joshua Sebastian Pratama Sondakh

    Author
  • Almerveldy Azaria Dohong

    Author
  • nadia

    Author
  • Judi Januadi Endjun

    Author
Keywords:
dokter umum, layanan primer, preeklampsia, kehamilan, hipertensi pada kehamilan
Abstract

abstrak 

Preeklampsia adalah hipertensi pada kehamilan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta bayi. Setiap tahun, sekitar 76.000 ibu dan 500.000 bayi di dunia meninggal akibat Preeklampsia. Penyakit ini ditandai dengan hipertensi awitan baru di usia kehamilan ≥20 minggu pada wanita yang sebelumnya normotensi, disertai satu atau lebih manifestasi klinis yang menunjukkan adanya proteinuria, disfungsi organ dan disfungsi uteroplasenta. Dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2012, Preeklampsia termasuk kasus gawat darurat (kompetensi 3B) dan dokter umum harus mampu menetapkan diagnosis klinik, memberikan tatalaksana awal, melakukan rujukan dan menindaklanjuti pasien setelah kembali dari rujukan. Penulis melaporkan seorang wanita dengan diagnosis G1P0A0, Preeklampsia dengan ciri pemberatan pada usia kehamilan 31 minggu, janin tunggal hidup, presentasi kepala. Laporan kasus ini menjelaskan peran dokter umum dalam tatalaksana Preeklampsia. Dokter umum wajib memahami hal-hal dasar dalam Preeklampsia agar dapat melakukan tatalaksana yang rasional dan berbasis bukti, sesuai panduan POGI selaku organisasi perkumpulan spesialis obstetri dan ginekologi. 

 

abstract 

Preeclampsia is a hypertensive disorder in pregnancy that poses a challenge to fetal and maternal safety. It is one of the major causes of fetal and maternal mortality. Every year, around 76,000 mothers and 500,000 babies worldwide die from preeclampsia. Preeclampsia is characterized by new-onset hypertension at ≥20 weeks of gestation in previously normotensive women, accompanied by proteinuria, organ dysfunction, or uteroplacental dysfunction. According to Indonesian Doctors Competency Standards (SKDI) 2012, preeclampsia is categorized as emergencies (level of competence 3B), which general practitioners should be able to diagnose, give appropriate initial treatment, refer, and follow-up accordingly. We present a case of a woman diagnosed with G1P0A0, preeclampsia with a severe feature in 33 weeks of pregnancy, with a single live fetus in a head presentation. This case report explains the role of general practitioners in the management of preeclampsia with severe features. General practitioners should know the basics of preeclampsia so they can carry out rational and evidence-based management while following the guidelines of the Indonesian Association of Obstetrics and Gynecology (POGI) as a medical board of obstetricians and gynecologists.

Downloads
Download data is not yet available.
Author Biographies
  1. Joshua Sebastian Pratama Sondakh

    Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia

  2. Almerveldy Azaria Dohong

    Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia

  3. nadia

    Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia

  4. Judi Januadi Endjun

    Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Indonesia

Cover Image
Downloads
Published
02-10-2025
Section
Articles